Artificial Intelligence atau AI merupakan satu penemuan manusia yanga paling mutakhir dan memiliki segudang manfaat. Teknologi ini diciptakan dalam bentuk sebuah mesin yang memiliki kemampuan berfikir layaknya manusia namun dengan tingkat kemampuan perhitungan yang tinggi. Teknologi AI menjadi topik di mana-mana, apakah akan menjadi solusi atau ancaman masa depan manusia.
Sebagai suatu penemuan, AI dapat dikatakan penemuan mutakhir manusia. Karena kemampuan dari AI melebihi kemampuan manusia sebagai penciptanya namun dengan batasan. Selanjutnya bagaiamana pengaplikasian dari AI ini dalam dunia bisnis simak ulasan berikut ini.
Bisnis yang Bisa Tergeser Oleh Artificial Intellegence
Dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai kecerdasan buatan, yang dapat diaplikasikan pada semua bidang salah satunya dalam dunia bisnis. Manfaat artificial intellegence dalam bisnis sebeneranya banyak sekali namun tidak menuntut kemungkinan akan menjadi ancaman juga. Berikut 5 daftar bisnis yang akan terancam keberadaannya akibat dari penemuan AI ini.
Bisnis Penyedia Jasa Analisis
Kemampuan AI yang paling dibanggakan adalah kemampuannya dalam memberikan hasil analisis data dengan akurasi yang tinggi dan tentunya dalam waktu singkat. Sudah barang tentu kemampuan manusia dalam analisis sudah tertinggal. Sehingga bisnis jasa ini sedikit demi sedikit akan tergeser keberadannya.
Bagaimana tidak dengan kemampuan analisa tinggi ditambah dengan simpanan data yang besar, perhitungan yang tepat dan tidak memiliki rasa lelah. Manusia dengan kemampuan yang terbatas tentu tidak akan mampu menyaingi hal ini. Ironi namun kebutuhan akan hasil analisis yang cepat dan maksimal tentu akan sangat dibutuhkan.
Bisnis Layanan Customer
Perkembangan kecerdasan buatan pada bisnis yang lumrah ditemui saat ini adalah layanan customer. AI di sini berperan sebagai pemberi jawaban suatu permasalahan bentuk obrolan. Saat ini bentuk obrolan masih kaku atau jawaban atas masalah yang diberikan ke AI harus dipicu kata-kata yang pas.
Saat ini layanan customer rata-rata mengandalakan 30:70 antara AI dengan orang asli. Namun beberapa permasalahan yang lazim sudah bisa terjawab langsung oleh teknologi ini sendiri. Sehingga keberadaan manusia sebagai pelayan customer hanya sebagai executor jawaban apabila AI belum menguasainya.
Bisnis Penyedia Layanan Supir Pribadi Atau Umum
Walaupun masih dalam tahap uji coba penerapan AI dalam kendaraan sudah bisa ditemui saat ini dengan sebutan Autonomous Car atau Self-Driving Car. Kemampuan dari AI ini sangat mengagumkan karena bisa dianggap teknologi ini mampu melihat jalan kemudian menganalisa dan dieksekusi ke setir mobil.
Beberapa mobil autonomous sekarang sudah diproduksi seperti mobil Tesla yang terkenal. Walaupun terdapat kekurangan, akan tetapi bukan hal mustahil bila di masa mendatang sopir pribadi atau sopir dari sebuah taksi tidak membutuhkan orang lagi. Di negara Jepang sudah mulai muncul iklan bis umum yang menggunakan teknologi ini.
Bisnis Penyedia Pekerja Industri
Kecepatan produksi dan kemaksimalan dalam hasil tentu dambaan manusia. Ini lah salah satu yang menyebabkan terjadinya revolusi industri 4.0 atau kolaborasi antara Industri dengan AI. Tingkat ke presisian yang tinggi dalam kualitas dan hasil yang cepat tentu akan menggeser keberadaan pekerja.
Bukan tidak mungkin dalam suatu pabrik besar hanya berisi karyawan saja sebagai operator dan saat ini sudah lumrah. Banyak pekerja yang harus mengalami PHK akibat perubahan ini, ironi tapi hal itulah yang terjadi. Kebutuhan ketepatan dan kecepatan dalam proses produksi dengan biaya operasional yang kecil tentu akan selalu menjadi prioritas dalam bidak Industri.
Bisnis Dalam Bidang Kesehatan
Pernah mendengar turnamen antara Dokter asli dan sebuah mesin AI yang ada di China. Turnamen ini melombakan kemampuan diagnosa dokter asli dengan teknologi ini. Yang mengejutkan hasilnya adalah AI mampu memenangkan turnamen ini dengan hasil ketepatan diagnosa 90% lebih benar. Dan hal ini sudah tentu dapat disambut baik dalam dunia kesehatan karena dapat membantu manusia.
Namun di sisi lain keberadaan dokter sebagai pendiagnosa akan tersingkir keberadaanya. Hal ini karena dokter sebagai manusia memiliki keterbatasan juga. Ironi juga tentunya apabila teknologi ini benar-benar diterapkan dalam dunia bisnis medis. Pastinya dokter akan dialihkan ke pekerjaan lainnya atau hanya sebagai operator mesin seperti pada kasus bisnis industri.
Kesimpulan
Cara kerja artificial intellegence, sebenarnya memanfaatkan kemampuan dari analisa tingkat tinggi oleh processor komputer saat ini. Kecepatan pemrosesan data atau kalkulasi data dalam hitungan detik tersebut benar-benar sangat mengagumkan. Sehingga dari kecepatan tersebut dicipatkan sistem neural mirip seperti sebuah otak yang mampu mengeksekusi programnya sendiri.
Keberadaan AI sebenarnya bukan sebuah ancaman apabila sebagai manusia mampu meningkatkan kemampuannya. Selain itu AI saat ini juga diciptakan dan diatur dengan batasan tertentu agar AI tidak mengeksekusi perintah untuk memusuhi keberadaan manusia.
Beberapa batasan AI yang paling menonjol saat ini adalah kemampuan berbahasa. Rata-rata kemampuan berbahasa AI adalah sesuai dengan yang di atur sehingga kaku. Karena AI saat ini belum memiliki kemampuan persepsi yang sama penuh dengan manusia. Sehingga dalam berbahasa sangat kaku sekali atau hanya mengikuti perintah-perintah yang lumrah dan sudah diajarkan sebelumnya.
Keterbatasan AI dalam berbahasa tersebut tentu bukan jawaban dari kebutuhan bisnis penulisan seperti membuat blog, buku, atau membuat konten-konten yang bagus. Sehingga kebutuhan ini harus dipercayakan kepada ahlinya.
Kebutuhan seperti ini harus dipercayakan kepada jasa penulis artikel. Biasanya jasa seperti ini memiliki ratusan penulis ahli dalam penulisan umum maupun SEO sehingga akan menunjang kebutuhan konten. Selain kemampuan penulis ahli, juga terdapat pengecekan kualitas yang dilakukan secara manual oleh editor bukan AI sehingga kualitas tulisan benar terjamin.
Bagi yang merasa bisnisnya akan terkena dampak teknologi AI, sebaiknya segera berpikir untuk mencari alternatif lain. Namun apa yang ada di artikel ini hanya bersifat prediksi dan belum tentu terjadi di masa depan. Meski begitu, tidak ada salahnya waspada.
