Tentunya kita sering mendengar bahwa penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi terlalu banyak makanan manis karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Namun apakah madu dapat menjadi alternatif yang menyehatkan daripada gula dalam permen dan makanan ringan?
Tingkat glukosa seseorang, atau gula darah, mengacu pada seberapa banyak gula dalam aliran darah. Gula adalah sumber energi utama tubuh.
Pankreas mengeluarkan insulin, yang merupakan hormon yang bekerja untuk menjaga gula darah pada tingkat yang aman dengan memindahkan gula yang berada di dalam aliran darah ke dalam sel.
Tubuh penderita diabetes tidak dapat menggunakan insulin dengan benar atau tidak dapat memproduksi insulin dalam kadar yang cukup.
Sehingga pada orang dengan diabetes disarankan untuk tidak mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gula karena gula yang tidak dipindahkan ke dalam sel akan menumpuk di dalam aliran darah dan menyebabkan komplikasi masalah kesehatan lebih lanjut.
Namun bagaimana dengan madu? Jika dinilai dari rasanya yang manis, tentu saja semua orang berasumsi bahwa madu mengandung kadar gula yang cukup tinggi.
Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi madu dalam jumlah sedang, mungkin bermanfaat bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2. Mengherankan bukan? Untuk lebih jelasnya, mari disimak artikel yang satu ini.
Kandungan gizi yang terkandung di dalam madu
Madu mentah adalah nektar bunga yang secara alami terurai menjadi gula sederhana, yang disimpan oleh lebah di sarang madu. Sarang madu menyebabkan nektar menguap, menghasilkan cairan yang kental dan manis yang kita kenal sebagai madu.
Madu, seperti jenis gula lainnya, adalah sumber karbohidrat yang padat. Sebagian besar karbohidrat ini dalam bentuk glukosa dan fruktosa, yang merupakan gula sederhana. Namun tidak seperti gula biasa seperti gula putih murni, madu mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang mungkin bermanfaat bagi tubuh.
Manfaat madu alami bagi penderita diabetes
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengkonsumsi madu yang masih alami dapat meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar gula darah.
- Mengkonsumsi madu dapat menurunkan kadar gula darah
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2004 meneliti efek madu dan gula terhadap kadar glukosa darah. Penelitian tersebut menemukan bahwa madu dapat meningkatkan kadar insulin.
Hal ini menjelaskan meskipun kadar gula darah meningkat pada kedua kelompok, tetapi kadar gula darah pada kelompok madu lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengkonsumsi gula.
- Efek madu terhadap mekanisme diabetes melitus tipe 2
Sebuah ulasan yang diterbitkan pada tahun 2017 juga mengeksplorasi hubungan antara madu dan glukosa darah pada penderita diabetes. Para penulis menemukan bahwa madu memiliki efek sebagai berikut:
- Madu menurunkan glukosa serum puasa, yang diukur dokter setelah seseorang berpuasa setidaknya 8 jam.
- Mengkonsumsi madu dapat meningkatkan kadar C-peptida puasa, yang membantu pankreas mengetahui berapa banyak insulin yang dikeluarkan dan memainkan peran penting dalam menjaga kadar gula darah stabil dalam kisaran yang sehat.
- Meningkatkan kadar C-peptida postprandial 2 jam, yang menunjukkan jumlah peptida setelah seseorang makan.
Kesimpulannya
Walaupun madu dinilai memiliki berbagai manfaat terhadap penderita diabetes, Para peneliti mencatat bahwa partisipan dalam kelompok penderita diabetes yang rutin mengkonsumsi madu mengalami peningkatan hemoglobin A1c, yang menunjukkan kenaikan kadar glukosa darah jangka panjang.
Oleh karena itu parah ahli menyarankan untuk mengkonsumsi madu secara bijak, khususnya jika Anda merupakan penderita diabetes.
